Wednesday, January 9, 2013

TUGAS ICT


Penambahan Jam, Pengurangan Mata Pelajaran, Tiada Penjurusan di SMA Pada Kurikulum 2013
Oleh Novi Komariyatiningsih
NIM 20112512039

Pada dasarnya pengembangan kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan cepaian pendidikan. Orientasinya adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge).
            Salah satu alasan pengembangan kurikulum 2013 adalah proses penilaian dari berbasis output menjadi berbasis output, jumlah mata pelajaran di Indonesia kurang optimal. Oleh karenanya dalam kurikulum 2013 terjadi pengurangan mata pelajaran dan penambahan jam mata pelajaran.
            Mata pelajaran diminimumkan, untuk tingkat SD, yang semula terdiri dari 10 mata pelajaran dikurangi menjadi 6 mata pelajaran melalui pengintegrasian beberapa mata pelajaran, dan penambahan 4 jam pelajaran. Pada tingkat SMP, dari 12 mata pelajaran menjadi 10 pelajaran, sedangkan SMA dari 15 menjadi 13, dan menambah 6 jam pelajaran.
            Pada SMA tidak ada lagi penjurusan IPA, IPS atau Bahasa di kelas XI sebagaimana yang telah terlaksana selama ini. Pada kurikulum 2013 adanya mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan, sehingga beban belajar siswa menjadi tidak terlalu memberatkan. Selain itu saat uji publik jurusan IPS boleh memilih jurusan IPA (apabila ingin kuliah di teknik), yang penting lulus tes).
Menurut penulis, perubahan kurikulum 2013 mempunyai tujuan yang baik, dapat menyeimbangai dengan kurikulum beberapa Negara luar. Pada makalah ini penulis, sebagai guru SMA, lebih cenderung meganalisis mengenai kurikulum yang akan diberlakukan di tingkat menengah.  Penambahan jam pelajaran dan pengurangan jumlah mata pelajaran merupakan suatu upaya agar substansi yang diperoleh siswa dalam suatu bidang studi menjadi lebih banyak. Di samping itu membantu guru dalam memenuhi kewajiban 24 jam mengajar. Hanya saja pada mata pelajaran pilihan jurusan IPS tidak ada mata pelajaran Matematika. Padahal matematika erat dengan kehidupan sehari-hari siswa, yang tujuannya dapat membuat siswa berpikir kritis, logis, dll., dan pada kelompok mata pelajaran teknologi terapan, serta pada uji publik siswa yang dari jurusan IPS boleh memilih jurusan Teknik Mesin. Sebagaimana yang kita ketahui pada uji publik, matematika merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus ditempuh oleh peserta tes. Matematika hanya terdapat pada kelompok pelajaran wajib dan kelompok Peminatan Matematika dan Sains. Pada Bahan Uji Publik yang didownload dari http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id, tidak terdapat setiap silabus mata pelajaran, sehingga dari tulisan yang ada, penulis berasumsi siswa yang memilih IPS akan mempelajari matematika hanya pada mata pelajaran wajib 2 jam/minggu, sedangkan IPA juga akan mempelajari matematika sebanyak 4 jam.minggu pada kelompok Matematika dan Sains, sehingga totalnya menjadi 6 jam.
            Pada perubahan kurikulum 2013, pelajaran TIK diitegrasikan pada setiap mata pelajaran, perlu ditinjau ulang, mengingat tidak seluruh sekolah mempunyai sarana dan prasarana yang mendukung untuk itu, seperti computer/laptop. Pada kurikulum 2013 penulis belum menemukan aturan Ujian Nasional di masa yang akan datang. Apabila kurikulum yang telah dikemas sebaik ini, tapi sistem Ujian Nasional masih menggunakan standar nilai, maka tidak dapat dipungkiri kecurangan berjamaah akan tetap ada.
            Pemerintah, melalui Kemdiknas melakukan perubahan kurikulum, pastinya telah didasari pertimbangan-pertimbangan yang sangat baik, dengan tim yang handal di bidangnya. Sebagai pendidik di sekolah, perubahan ini pun  dijalankan dengan bijak, demi kemajuan pendidikan di Indonesia.
           



1 comment:

  1. Materi kurikulum 2013 dari pelajaran lain yg ditiadakan terintegrasi pada setiap mapel yg diadakan dan bersifat aplikatif.
    kelebihannya = sedikit mengadopsi barat/amerika bahwa daya tampung otak siswa disesuaikan dengan materi pelajaran.
    kekurangan = pelajaran seperti bahasa daerah masih simpang siur diadakan atau tidak, pdhal ini menjadi penting krn karakter masyarakat itu salah satunya ditunjukan lewat bahasa daerah.

    lagi, sebagian pendidik/guru dilapangan akan sangat tidak siap dengan perubahan yg terjadi bila pemerintah tidak segera mensosialisasikannya secara masal.

    ReplyDelete